Rabu, 20 Maret 2013

Konsep Daur Ulang 3R ( Reduse, Reuse, Recycle)




Konsep Daur Ulang
3R ( Reduse, Reuse, Recycle)

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah 3R diatas yang sering didengungkan oleh banyak pencinta lingkungan. 3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle.

Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.

Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.

Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.


Pengertian lain:

Reuse (Guna ulang) yaitu kegiatan penggunaan kembali samapah yang masih digunakan baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain.

Reduce (Mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah.

Recycle (Mendaur ulang) yaitu mengolah sampah menjadi produk baru.
 
Contoh kegiatan 3R dirumah tangga:

Reuse:
Gunakan kembali wadah/ kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya
Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng
Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulang-ulang
Gunakan baterai yang dapat di charge kembali
Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan.

Reduce:
Pilih produk dengan pengemas yang dapat didaur ulang
Hindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar
Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill)
Kurangi penggunbaan bahan sekali pakai.

Recycle :
Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai
Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos
Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat

Contoh kegiatan 3R disekolah/perkantoran/ fasilitas umum :

Reuse :
Gunakan alat kantor yang dapat digunakan berulang-ulang
Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali
Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.

Reduce :
Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi
Gunakan alat tulis yang dapat diisi ulang kembali
Sediakan jaringan informasi dengan computer (tanpa kertas)
Maksimumkan penggunaan alat0alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali
Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill)
Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.

Recycle :
Olah sampah kertas menjadi kertas/karton kembali
Olah sampah organic menjadi kompos.

Apa yang harus dilakukan di rumah?
Pisahkan sampah menjadi 3 bagian :
1. Sampah non organic tidak layak kompos, seperti:
Kertas
Plastik
Gelas/botol/beling
Logam, kaleng, besi, seng
Karet
Potongan lainnya
2. Sampah organic layak kompos, seperti:
Sisa sayuran
Sisa makanan
Dedaunan
Dan lain-lain
3. Sampah mengandung B3, seperti:
Baterai bekas
Jarum refill tinta printer
Dan lain-lain
dan bagi pengguna Sumber Daya Alam dan pemanfaatannya melebihi kapasitas sehingga apabila jangka panjang mengakibatkan kerusakan maka kita harus menerapkan hal di bawah ini:
Repair menjadikan 3R menjadi 4R. Repair memang banyak dilupakan oleh banyak orang, dan ini sebenarnya adalah hal yang terpenting di Indonesia. Repair adalah usaha perbaikan demi lingkungan. Contoh memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa kita gunakan kembali seperti sepatu jebol yang kita perbaiki karena dengan begitu kita tidak perlu membeli sepatu baru. Hal lain yang lebih besar adalah reboisasi atau perbaikan lahan kritis karena dengan ini kita bisa memiliki daerah resapan yang lebih besar dan menahan limpahan air yang bisa menyebabkan longsor. Penanaman bakau juga merupakan perbaikan lingkungan. Vulkanisir ban juga repair sehingga dapat kita reuse.
Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan dari repair ini sendiri dan sangat diperlukan di Indonesia. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemauan karena tanpa keinginan yang kuat, membuang sampah di jalan pun menjadi mudah. Tapi kalau anda sudah membiasakan diri dengan hidup yang menghargai lingkungan, maka dengan mudah anda dapat menahan diri.

Reaksi:

1 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management